Bali Trip (Part II): Mengulik Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK Cultural Park) Bali

Hai hai sobat travelers! Kali ini gue kepingin mengulas perjalanan Bali gue yang kedua. Kali ini juga, gue ditemani oleh soulmate gue si nyonya Sansadhia. Seorang wanita yang selalu “ngekor” kemana pun gue pergi. Begitu juga kebalikannya sih.

Well, Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali menjadi tujuan utama wisata budaya kami kali ini. Dengan dibekali seperangkat kamera DSLR, kami pun tidak mau berbasa-basi lagi dan langsung mengambil spot cantik untuk berfoto di sana. “Cheers!” begitu lantangnya gue memberi aba-aba ke Sansadhia dan adik gue untuk berpose di bawah patung Dewa Wisnu yang berukuran besar.

Jepretan pertama sudah didapat. Ini dia hasilnya…

Berpose di Depan Patung Dewa Wisnu

Berpose di Depan Patung Wisnu Kencana

Patung setinggi 12 meter ini merupakan salah satu monumen terpotong yang rencananya akan dijadikan landmark dari Pulau Bali. Dilabelkan terpotong karena monumen ini belum menyatu dengan monumen-monumen lainnya, seperti monumen Garuda dan Tangan dari Dewa Wisnu itu sendiri yang letaknya saling berdekatan. Jika disatukan, nantinya patung Dewa Wisnu ini akan ditempatkan di atas patung Garuda dan akan terlihat seperti menunggangi Garuda itu. Layaknya sebuah pazel teka-teki, penempatan monumen yang masih terpisah-pisah ini seolah mengajak wisatawan berpikir akan khasanah budaya khas Bali.

Di belakang patung Dewa Wisnu (Plaza Dewa Wisnu) terdapat patung Garuda (Plaza Garuda) yang tingginya juga mencapai 12 meter. Plaza Garuda ini menjadi titik fokus wisatawan untuk mencapai ke sebuah lorong pilar raksasa berukir batu kapur yang mencakup 4000 meter persegi ruang terbuka, yaitu Lotus Pond.

Plaza Garuda yang menjadi titik fokus dari lorong Lotus Fond.

Plaza Garuda yang menjadi titik fokus dari lorong Lotus Fond.

Berfoto dengan teknik freez di muka lorong Lotus Fond.

Berfoto dengan teknik freez di muka lorong Lotus Fond.

Bermain tarik ulur.

Sansadhia sedang bermain dengan adik saya.

Saya, berpose di muka Lotus Fond.

Saya sedang berpose di muka Lotus Fond.

Lotus Pond Garuda membuat ruang tersendiri yang sangat eksotis. Dengan kapasitas ruangan yang mampu menampung hingga tujuh ribu orang, Lotus Pond telah memperoleh reputasi yang baik sebagai tempat sempurna untuk mengadakan acara-acara besar dan internasional.

Jika merapat ke dekat pintu masuk GWK, di sana terdapat sebuah ukiran dinding Garuda Wisnu Kencana yang terbuat dari batu. Ukiran ini berisikan cerita tokoh Garuda Wisnu yang sedang bertarung melawan sekelompok naga sesuai kisah pewayangannya. Kami pun menyempatkan diri untuk berfoto di sana.

Ukiran Garuda Wisnu.

Ukiran Garuda Wisnu.

Berpose dengan Ukiran Garuda Wisnu.

Berpose dengan Ukiran Garuda Wisnu.

Tidak hanya itu, ketika memasuki Taman Budaya GWK, kami disuguhi dengan serangkaian pertunjukan tari khas Bali yang sangat kental unsur tradisionalnya. Sendra tari ini dimainkan oleh para penari profesional di sebuah ruangan teater berbentuk setengah bundar. Adapun jenis tari yang dimainkan adalah Tari Pendet dan Tari Barong.

Dua wanita yang sedang menari di tarian pembuka.

Dua wanita yang sedang menari di tarian pembuka.

Dua penari pria.

Dua penari pria.

Tari Pendet khas Bali.

Tari Pendet khas Bali.

bali_trip_part2_5

Tari Barong khas Bali.

Tari Barong khas Bali.

bali_trip_part2_7

Usai menonton, kami pun diberi kesempatan untuk berfoto bersama para penari. Selangkah lebih dekat dengan para penari menjadi momen yang tak terlupakan bagi kami ketika menapaki Pulau Dewata ini.

Sekilas tentang Taman Budaya GWK

GWK Cultural Park sendiri merupakan sebuah taman budaya yang terletak di Tanjung Nusa Dua, kabupaten Badung, Bali. Sekitar 40 kilometer di sebelah selatan Denpasar. Taman Budaya GWK juga menawarkan beberapa jenis wisata seni-budaya yang dapat dinikmati wisatawan, di antaranya adalah sendra tari dan seni arsitektur.

Wisatawan yang datang ke sana biasanya akan disuguhi oleh pertunjukan sendra tari khas Bali sebagai jamuan pertamanya. Pertunjukan sendra tari ini berlangsung selama kurang lebih 30 menit, dan akan diulang beberapa kali dalam satu hari. Setelah menonton pertunjukan sendra tari, wisatawan biasanya berkeliling di sekitar Taman Budaya GWK untuk menikmati keindahan seni arsitekturnya yang berupa patung dan ukiran Garuda Wisnu Kencana.

 

Iklan

One thought on “Bali Trip (Part II): Mengulik Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK Cultural Park) Bali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s