Film Maleficent: Peri yang Berubah Menjadi Sosok Penyihir

Seperti biasa, Juni menjadi bulannya film anak-anak. Juni juga sekaligus menjadi penanda kalau sederet film-film seru bakal masuk ke daftar main di layar lebar dengan segala kategori umur. Salah satunya film Maleficent yang baru-baru ini tayang di bioskop XXI.

Maleficent Film

Maleficent Film

Diadaptasi dari dongeng Putri Tidur (Putri Aurora) yang mendunia, Maleficent mengisahkan tentang seorang peri (fairy) yang berubah menjadi sosok penyihir antagonis akibat dikhianati oleh cinta pertamanya, Stefan (Sharlto Copley). Peri itu bernama Maleficent (Angelina Jolie). Peri yang berubah menjadi sosok penyihir itu membalas dendamnya kepada si pengkhianat cintanya (Stefan) dengan mengutuk seorang anak perempuan (anak dari Stefan yang menjadi putri kerajaan). Dia mengutuk putri itu untuk tertidur selamanya dan hanya ciuman cinta sejati yang dapat membangunkannya. Putri itu bernama Aurora (Elle Fanning), yang diangkat dari kisah film animasi besutan Disney berjudul Sleeping Beauty.

Scene pun dimulai ketika Maleficent masih kecil. Dia terlahir sebagai seorang peri yang hidupnya dipenuhi oleh keceriaan. Dia merupakan satu-satunya peri yang memiliki paras yang cantik dan memiliki kekuatan sihir yang luar biasa di lingkungannya. Ia tumbuh bersama makhluk-makhluk asing sebangsa Troll di sebuah hutan fantasi bernama Moors. Moors itulah yang menjadi ‘rumah’ bagi Maleficent untuk melindungi dirinya dari serangan bangsa manusia (human).

Pada suatu hari, ketika Maleficent sudah berumur 16 tahun, dia mendapatkan ciuman pertamanya dari Stefan. Ciuman itu membuatnya penasaran akan sosok Stefan. Terlebih Stefan merupakan seorang bangsa manusia. Namun, Stefan mengkhianatinya. Dia mengkhianati Maleficent karena desakan dari seorang raja tempat di mana dia mengabdi. Ya, bangsa manusia sangat membenci bangsa Moors hingga terjadi pertumpahan darah besar-besaran. Perang antara bangsa manusia dan Moors pun dimulai. Kali ini Maleficent yang menjadi target incarannya.

Karena desakan itu, Stefan ingin membunuh Maleficent dengan cara meracuninya. Sadar bahwa dirinya tidak tega membunuh Maleficent karena pernah menjalin hubungan asmara, Stefan lebih memilih memotong kedua sayap Maleficent untuk diserahkan kepada sang raja yang menyuruhnya. Dia pun berhasil memastikan sang raja kalau Maleficent telah mati di tangannya. Raja yang percaya akhirnya memberikan mandat kekuasaannya kepada Stefan. Tak hanya itu, Stefan juga dihadiahi pernikahan dengan putri sang raja sampai dianugerahi seorang anak perempuan. Mereka memberi nama anak itu Putri Aurora.

Maleficent yang berubah menjadi sosok penyihir.

Maleficent yang berubah menjadi sosok penyihir.

Movie-Maleficent-Wallpaper1_4

Putri Aurora ketika masih bayi.

Mendengar kabar tersebut, Maleficent yang murka ingin membalas dendam kepada Stefan. Maleficent datang ke kastil yang menjadi tempat Stefan berkuasa dan membuat kekacauan di sana. Dia ingin mengutuk Putri Aurora menjadi Putri Tidur (Sleeping Beauty). Maleficent pun mengucapkan mantra sihirnya agar Aurora tertidur untuk selamanya kelak ketika umurnya mencapai 16 tahun. Tidak ada satu pun yang dapat membangunkan Aurora dari tidur lelapnya kecuali sebuah ciuman dari cinta sejati.

Movie-Maleficent-Wallpaper1_3

3 peri yang merawat Putri Aurora saat kecil.

3 peri yang merawat Putri Aurora saat kecil.

Movie-Maleficent-Wallpaper1_8

Yang menarik dari film ini adalah kisah yang dibuat twist (terbalik). Seorang peri bisa-bisanya berubah menjadi sosok villain (penyihir). Tokoh yang seharusnya protagonis menjadi antagonis. Namun, antagonis di sini tidak selamanya jahat. Di film ini, buktinya, sutradara sengaja meletakkan sudut pandang (point of view) kisahan dari tokoh Maleficent. Bukan dari sudut pandang Putri Aurora, sebagaimana dongengnya. Jadi, Maleficent merupakan tokoh yang sebenarnya baik. Dia memiliki jiwa yang tulus untuk memusnahkan kutukan Putri Aurora yang pernah dia lakukan.

Movie-Maleficent-Wallpaper1_2

Maleficent (Angelina Jolie)

Movie-Maleficent-Wallpaper1_6

Putri Aurora yang sedang tertidur.

Beberapa adegan di film ini memperlihatkan sosok penyihir yang berbeda. Seperti dalam adegan ketika Maleficent yang sedang mengawasi Putri Aurora kecil hingga dia tumbuh dewasa. Sebagian orang mungkin berpikir bahwa tindakan-tindakan yang dilakukan Maleficent itu sangat menunjukkan sikapnya sebagai sosok penyihir yang jahat. Tetapi, saya justru melihat sebaliknya. Maleficent pada saat itu bukan lagi Maleficent sebagai penyihir yang jahat. Dia malah bisa dikatakan sebagai peri pelindung (Godmother) bagi Putri Aurora itu sendiri. Seolah adegan-adegan ini ingin menunjukkan kalau penyihir juga memilki sisi-sisi manusiawi. Di sini, kecerdasan sutradara dalam membalikkan posisi sosok penyihir patut diapresiasi. Di saat orang-orang sudah jenuh dengan dongen serupa yang bersifat normatif, film Maleficent justru mampu mengangkat sisi lain dari dongeng itu sendiri.

Satu kekurangan dari Maleficent adalah konfliknya yang terasa hambar. Kurang dramatis. Mungkin film ini akan menjadi lebih menegangkan jika ditambah unsur peperangan yang lebih dalam lagi antara bangsa Moors dan bangsa manusia. Namun, film ini menjadi rekomendasi tontonan keluarga di bulan Juni. Selamat menikmati.

Iklan

One thought on “Film Maleficent: Peri yang Berubah Menjadi Sosok Penyihir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s