Film Teenage Mutant Ninja Turtles (TMNT) (2014): Kembali Beraksinya Si Kura-Kura ke New York

TMNT-20141_2

Siapa yang tak kenal Kura-Kura Ninja. Empat ekor reptil kura-kura yang bermutasi menjadi sosok vigilante dari negeri Paman Sam itu telah menjadi salah satu kisah superhero favorit di kalangan para penggemarnya. Adalah Raphael, Leonardo, Donatello, si tengil Michelangelo, dan juga sang guru (sensei) Master Splinter yang merupakan satu tim di kisahan Teenage Mutant Ninja Turtles (TMNT). Kali ini, mereka semua hadir dalam film layar lebar TMNT (2014).

Sejarah TMNT

Sama seperti cerita superhero AS kebanyakan, TMNT berangkat dari kisah cerita bergambar (komik) yang pernah populer di tahun 80 s.d. 90-an produksi Mirage Studio. Oleh karena komik TMNT mendulang profit dan laris di pasaran, akhirnya, komik itu dibuat serial film animasinya pada tahun 90-an di bawah naungan Nickelodeon, dan terbilang cukup sukses. Kisah TMNT pun semakin ramai difilmkan dalam serial animasi maupun layar lebar pada tahun 2000-an.

Film TMNT (2014)

Kali ini, Nickelodeon bekerja sama dengan Paramount Pictures menggarap film Kura-Kura Ninja yang dikemas dalam versi nyata. Film yang dibintangi oleh aktris cantik nan seksi Megan Fox itu berhasil tembus di box office dengan keuntungan sebesar USD 117 juta. Angka tersebut terbilang cukup fantastis di industri perfilman Hollywood, mengingat TMNT belum pernah memiliki kisah film yang berkelanjutan, seperti halnya trilogi The Dark Knight yang disutradarai oleh Christopher Nolan. Film yang telah ditunggu-tunggu itu pun akhirnya rilis dan berhasil menyedot jutaan pasang mata para penggemar TMNT. Apalagi kalau bukan karena tingkah dan aksi Michelangelo dan kawan-kawan yang lucu.

Kisah berawal dari aksi sekumpulan organisasi kriminal (criminal organisation) yang melibatkan April O’Neal (Megan Fox) sebagai reporter di salah satu media televisi lokal, Channel 6. Suatu ketika, April ditugaskan untuk meliput kegiatan anggota kelompok kriminal tersebut di sebuah gudang peti kemas yang menjadi markas mereka. Peliputan dilakukan secara diam-diam. Di sela liputannya, April dikejutkan oleh aksi para Kura-Kura Ninja. Ia melihat bayangan-bayangan yang bergerak cepat dan berpindah-pindah dari satu peti kemas ke peti kemas yang lain. Rupanya, itu adalah bayangan-bayangan dari empat ekor kura-kura bersaudara yang sedang beraksi dari kegelapan. Tanpa sengaja, April pun menemukan sebuah simbol bertulisan Kanji yang menempel di salah satu dinding peti kemas tersebut. Ia menganggap itu sebagai sebuah teka-teki yang membawanya ke dunia Si Mutan. Karena penasaran, April pun mendekat dan merekam jejak tersebut melalui sebuah kamera sakunya untuk dijadikan bukti laporannya.

Akan tetapi, hal itu belum cukup kuat bagi April untuk membuktikan kesaksiannya tentang keberadaan empat ekor kura-kura mutan tersebut di kota New York. April pun mempertaruhkan reputasinya sebagai seorang reporter di sana. Ia harus meyakinkan atasannya bahwa sosok Kura-Kura Ninja benar-benar ada di kota New York untuk dipublikasikan kepada warga. Berbagai cara dilakukan oleh April untuk dapat bertemu langsung dengan sosok kura-kura mutan tersebut.

April kemudian terlibat dalam konflik para Mutan melawan Shredder, sang musuh utama yang ingin menghancurkan New York. Raph, Leo, Donnie, dan Mickey, di bawah bimbingan Splinter bergegas menyelamatkan New York dan juga April dari ancaman si jahat Shredder. Perang pun dimulai. Seperti biasa, istilah “jagoan selalu menang belakangan” pun berlaku di film ini. Donnie dan kawan-kawan termasuk Master Splinter tidak dapat mengalahkan kekuatan Shredder di awal konflik. Splinter tidak sadarkan diri setelah berhadapan dengan Shredder satu lawan satu. Keempat ninja mutan pun terkurung di dalam sebuah tabung dan diambil adrenalinnya agar mereka lemah.

TMNT-20141_1

Kekonyolan tingkah Michelangelo dan kawan-kawan saat sedang menjalankan misinya.

Namun, kisah tidak berhenti sampai di sini. Diam-diam April dengan seorang teman juru kameranya melakukan penyelamatan kepada empat kura-kura itu.  Raph dan kawan-kawan akhirnya bebas dan kembali mendapatkan suntikan semangatnya, terlebih bagi Mickey yang menyukai April karena kecantikannya. Mereka pun menyatukan kekuatan untuk menghentikan kejahatan Shredder. Suasana pun dicairkan oleh tingkah Mickey yang ‘tengil’ di beberapa adegan. Salah satunya pada adegan ketika mereka sedang menunggu lama di sebuah elevator. Sebuah niai tambah bagi film ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s