Film The Maze Runner (2014): Labirin Raksasa yang Menyesatkan

TMR1_1

Apa jadinya jika sebuah labirin itu hidup dan di dalamnya terdapat makhluk mengerikan yang dapat membahayakan nyawa? Mendengarnya saja sudah bikin deg-degan. Namun, justru itulah kenyataan pahit yang dialami oleh sekelompok kaum pria yang terjebak di dalamnya. Mereka terjebak dan terpaksa bertahan hidup di sebuah padang rumput dan dikelilingi labirin selama bertahun-tahun.

“Labirin itu hidup, mengerikan, dan menyesatkan!” Begitulah kesan saya ketika menonton film The Maze Runner (2014) karya Wes Ball. Ini merupakan film adaptasi dari novel best-seller The Maze Runner milik James Dashner.

Film yang dibintangi oleh Dylan O’Brien, Kaya Scodelario, Thomas Sangster, dan Will Poulter ini mengisahkan tentang sekelompok orang yang bertahan hidup di tengah padang rumput (yang disebut dengan Glade) yang dikelilingi oleh tembok-tembok besar nan hidup. Ternyata, itu tak lain dan tak bukan adalah sebuah Maze (labirin). Mereka tinggal, berkoloni, dan membangun kamp-kamp di sana. Konon, di dalam Maze tersebut, terdapat iblis menyeramkan bernama Griever yang dapat mengancam keselamatan mereka. Maze itu dapat terbuka di waktu pagi dan tertutup di sore hari. Hanya para the runner-lah (sebutan untuk para pelari labirin) yang dapat menerobos masuk ke dalam labirin tersebut ketika sedang terbuka. Namun, untuk apa?

TMR1_13

Padang rumput hijau yang disebut sebagai Glade.

TMR1_5

Lorong Maze.

Konflik pun dimulai ketika Thomas (Dylan), pria terakhir yang dikirim ke Glade itu, datang dalam keadaan tak sadarkan diri. Dikirim? Ya, Thomas dikirim melalui sebuah eskalator bawah tanah yang terletak di tengah-tengah Glade oleh seorang ilmuwan bernama Ava Paige (Patricia Clarkson) untuk tujuan tertentu. Para penghuni Glade pun langsung mengerumuninya sesampainya ia di Glade.

Alby (Aml Ameen), seorang pria berkulit hitam yang menjadi orang pertama di Glade tersebut, merespons kedatangan Thomas. Awalnya, Alby tidak terlalu mengetahui siapa Thomas sebenarnya, karena Thomas masih dalam kondisi hilang ingatan. Ketika itu, Gally (Will Poulter), pemimpin di Glade tersebut, mengembalikan ingatan Thomas tanpa disengaja.

Gally tanpa sengaja menjatuhkan Thomas dalam sebuah pertarungan satu lawan satu di suatu malam inagurasi. Setelah sadar, Alby dan yang lainnya pun mulai tertarik dengan sosok Thomas dan menjelaskan kepadanya bahwa semua penghuni Glade pernah mengalami hal serupa dengannya; datang dalam keadaan hilang ingatan. Ingatan Thomas pun akhirnya pulih.

Pertarungan Thomas melawan Gally di malam inagurasi.

Pertarungan Thomas melawan Gally di malam inagurasi.

Hari demi hari mereka lalui dengan perasaan takut. Pasalnya, pada malam hari, labirin itu ‘hidup’ dan seolah ada yang menggerakkannya. Hal itu dapat dikenali oleh suara-suara gemuruh, seperti suara dinding yang sedang bergerak.

Chuck (Blake Cooper), salah satu dari mereka yang termuda, mencoba menjelaskan kepada Thomas apa yang sebenarnya terjadi pada labirin tersebut.

Dan benar saja, labirin tersebut ‘bergerak’ membentuk polanya di malam hari. Labirin itu membentuk pola baru di setiap malamnya. Hanya para pelarilah (the runner) yang dapat menyusuri labirin tersebut dan mengetahui ada apa di dalamnya.

Pada pagi hari ketika pintu Maze terbuka adalah kesempatan bagi para pelari untuk menerobos masuk ke dalamnya. Minho (Ki-Hong Lee), sang ketua grup pelari, sudah menerobos labirin itu selama tiga tahun untuk mengetahui pola-polanya. Ia selalu melakukannya bersama Ben (Chris Sheffield), teman sesama pelari, setiap kali pintu Maze itu terbuka, dan kembali lagi pada sore hari ketika pintu akan tertutup.

Minho mempelajari setiap polanya dan menuangkannya ke dalam sebuah miniatur Maze persis seperti kondisi Maze yang sebenarnya. Thomas pun mempelajarinya untuk mengetahui kemungkinan terdapat pola tertentu yang ‘hilang’.

Kedatangan Teresa di sebuah lift bawah tanah.

Kedatangan Teresa di sebuah lift bawah tanah.

Ketika konflik mulai memanas, tiba-tiba saja muncul seorang wanita bernama Teresa (Kaya Scodelario). Ia merupakan satu-satunya wanita yang dikirim ke Glade tersebut. Ia juga dikirim oleh Ava Paige untuk menguatkan posisi Thomas sebagai the runner. Menurut kisahan, Dia dan Thomas sama-sama bagian dari tim Ava Paige, tim yang menyimpan sebuah misi rahasia di Glade itu.

Sama seperti Thomas dan yang lainnya, Teresa datang dalam keadaan hilang ingatan. Namun, atas inisiatifnya, Thomas berhasil menenangkan dan membujuknya hingga ia kembali pulih.

Thomas, sedang berkomunikasi dengan Teresa.

Thomas, sedang berkomunikasi dengan Teresa.

Teresa yang sempat berontak.

Teresa yang sempat berontak.

Kehadiran Thomas dan Teresa ke Glade justru menuai permasalahan bagi para penghuni Glade lainnya, terutama bagi Gally. Pasalnya, semuanya berjalan menjadi tidak normal. Ben ditemukan dalam keadaan tersengat Griever. Selanjutnya, giliran Alby yang disengat setelah berlari menyusuri labirin bersama Minho. Minho pun kedapatan membawa Alby yang sekarat ketika pintu labirin sudah mulai tertutup.

Mengetahu hal tersebut, Thomas berlari ke arah Minho melalui dinding-dinding lorong yang mulai tertutup untuk menolong Minho. Boom!!! Thomas nyaris terjepit oleh dinding yang sudah tertutup rapat. Kini mereka bertiga terjebak di dalamnya. Aksi Thomas terebut disaksikan oleh teman-temannya dan mereka hanya bisa diam dan pasrah dari dalam Glade.

Namun, perjalanan Thomas belum berakhir sampai di sana. Ia bersama dengan Minho berusaha menyelamatkan Alby dan bertekad untuk membawa Alby kembali ke Glade. Pastinya dalam keadaan selamat. Hal itu ia lakukan karena Alby adalah satu-satunya pria pertama yang berada di Glade tersebut.

Di sinilah seekor Griever mulai menampakkan wujudnya dari salah satu lorong dalam labirin, ketika Thomas dan Minho sedang menaikkan raga Alby yang terbujur kaku ke sebuah pohon merambat. Griever pun sudah semakin mendekat. Minho memutuskan untuk segera berlari tapi tidak dengan Thomas. Ia masih tetap berkutik dengan raga Alby. Di sana, Thomas mulai melihat sosok Griever dan langsung berhadapan dengannya.

Griever yang sedang menyerang the runner.

Griever yang sedang menyerang the runner.

Thomas berlari sekencang-kencangnya untuk menghindari serangan Griever. Lompatan demi lompatan ia lakukan demi mengecoh Griever. Upaya Thomas pun berhasil. Griever bukan saja terkecoh, melainkan terbunuh karena terjepit di salah satu dinding di dalam Maze. Thomas akhirnya menemui Minho. Mereka berhasil membawa Alby yang sekarat kembali ke Glade, dan pintu Maze pun terbuka perlahan. Newt (Thomas Sangster) dan yang lainnya terkejut melihat Thomas dan Minho berhasil membawa pulang Alby. Dari sinilah Thomas diangkat menjadi ketua pelari menggantikan Minho. Ia diangkat menjadi seorang pelari karena keberaniannya.

TMR1_3

Mengetahui kejadian tersebut, Gally terpaksa harus mengurung Thomas karena telah melanggar kesepakatan. Keberanian Thomas menerobos pintu labirin malah dinilai sebagai suatu pembangkangan oleh Gally. Ia tidak menginginkan siapa pun melanggar peraturannya karena banyak korban yang tidak selamat setelah masuk ke dalam labirin itu.

Keesokannya, Thomas dibebaskan dari kurungannya. Karena penasaran, ia pun bersama-sama Minho kembali pergi ke dalam Maze tempat di mana Griever mati terjepit. Di sana, mereka menemukan sebuah benda asing yang ternyata itu merupakan sebuah detektor. Detektor itulah yang berfungsi sebagai kunci untuk keluar Maze.

Gally, sedang memperhatikan daftar nama para penghuni Glade yang tidak selamat.

Gally, sedang memperhatikan daftar nama para penghuni Glade yang tidak selamat.

Keadaan pun semakin runyam ketika Maze menunjukkan gejala yang tidak biasa. Pintu Maze tidak mau tertutup, bahkan ketika sore hari tiba, sebagaimana biasanya. Hal itu membuat seluruh penghuni Glade semakin dirundung rasa takut. Benar saja, ketika fajar terbenam, para Griever menerobos keluar dari labirin, masuk ke dalam Glade, dan menyerbu base camp mereka. Banyak orang yang terbunuh dengan tragis, termasuk Alby.

Setelah kejadian itu, Gally semakin geram terhadap Thomas. Ia menganggap Thomas sebagai biang keladi dari masalah ini. Ia pun menaruh pilihan kepada Thomas; dibunuh atau ikut peraturannya. Sementara itu, Minho, Newt, dan Teresa berkompromi untuk menjatuhkan kekuasaan Gally yang mendominasi. Keadaan menjadi sebaliknya, Gally sudah tak lagi berkuasa. Akhirnya, Thomas dan kawan-kawan lebih memilih bergerak ketimbang diam tanpa ada upaya untuk keluar dari Maze tersebut seperti apa yang telah dilakukan Gally selama bertahun-tahun. Ia mendapat respon positif dari teman-temannya untuk segera menyelesaikan misinya. Bagaimana kelanjutan kisahnya? Saya sarankan Anda untuk menontonnya, dan jangan biarkan mata Anda berkedip!

Miniatur Maze yang dibuat Minho. Terlihat pola-pola labirin di sana.

Miniatur Maze yang dibuat Minho. Terlihat pola-pola labirin di sana.

Kelebihan:

Satu hal yang membangun dari film ini adalah konflik serta ceritanya yang menegangkan. Hal itu juga didukung oleh tata suara dan tata cahaya yang khas untuk sebuah film sci-fi semacam ini. Tentu saja kesemuanya diimbangi oleh akting para pemain yang sangat bagus. Good job buat Dylan dan kawan-kawan.

Kekurangan:

Isu yang diambil terlalu membosankan dan terkesan kurang kreatif. Lagi-lagi tentang bencana kemanusiaan dan sebagainya, seperti halnya film sci-fi kebanyakan. Isu virus yang menyebar di bumi dan menyerang manusia merupakan isu, yang menurut saya, sudah tidak perlu lagi didramatisir. Mungkin bisa dialihkan ke isu lain yang lebih mendewasakan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s