Trip Singkat Jakarta-Lampung dan Kucing Persia

Libur akhir tahun 2015 kali ini buat saya adalah liburan tanpa pesiapan khusus. Suatu sore yang mendung, saya mencetuskan ide untuk pergi ke Lampung di akhir pekan dengan ditemani partner trip saya, Sansadhia. She always follows me whenever I’ve a trip, but so do I.

Sebetulnya, tujuan utama trip saya kali ini dalam rangka kunjungan keluarga dan menjemput kucing persia kesayangan, Goku namanya. Kami terpaksa harus menjemput kucing tengil itu karena mendengar kabar kalau dia kurang perhatian selama di sana (((KURANG PERHATIAN))), ya, selain karena saya juga kangen sih.

Nah, sedikit kebayang kan kenapa di judul artikel ini ada Kucing Persia-nya!?

Yang namanya nge-trip pasti ada tempat wisata yang dituju meskipun itu cuma melipir-melipir cantik. Berhubung Lampung itu ada di luar kota, luar provinsi, bahkan luar pulau, saya dan Sansadhia mencari cara supaya bisa melipir ke tempat-tempat wisata eksotis yang belum pernah kami kunjungi.

Sebelum berangkat ke Lampung, kami sempat googling tempat-tempat eksotik yang ada di sana. Emang sih, banyak tempat yang menggiurkan untuk dikunjungi kaya Pantai Mutun, Air Terjun Putri Malu, Pulau Condong. Tapi, karena ini adalah trip singkat (hanya dua hari) dan harus kembali lagi ke Jakarta, akhirnya kami mengurungkan niat dan mencari alternatif lokasi wisata lainnya yang dekat dari rumah di Lampung Tengah.

Jadilah kami mencari spot-spot menarik di sekitaran Bandar Lampung dan Lampung Tengah. Hasilnya, kami mendapat beberapa rekomendasi tempat nongkrong ala kafe El’s Coffee dan tempat makan ala restoran khas daerah Lampung bernama Cikwo. Ya wisata kuliner semua sih jatuhnya. Tapi nggak apalah!

Karena jadwal kami padat, hari pertama di Lampung Tengah kami cuma berputar-putar di sekitaran ikon Lampung Tengah seperti Monumen Kopiah dan Tugu Tanggai yang berbentuk Jemari Lentik.

Jpeg

Taman Kopiah

Jpeg

Tugu Tanggai

Nah, baru hari kedua saya dan Sansadhia bisa menjelajahi kota Bandar Lampung sambil menikmati suasana akhir pekan di tengah kota. Kami melipir ke rumah makan Cikwo yang sempat kami googling itu. Katanya restoran ini rekomendasi yang cocok bagi para pelancong yang kepengin mencicipi masakan khas Lampung. Karena udah nggak kuat menahan liur, eh, maksudnya lapar, kami pun langsung masuk ke bagian dalam restoran, mengambil posisi uenak, dan cus melihat daftar makanan yang ada di menu.

Jpeg

Rumah Makan Cikwo Jln. Nusa Indah No. 1, Teluk Betung Utara, Bandar Lampung

 

Sejumlah nama masakan terdengar aneh di telinga saya, seperti Taboh Iwa Tapa Semalam, Ikan Seruit, Cubik Kemas, Pandap, Buak Tat, dan Kopi Jelly. Tapi, justru itu yang kami incar. Tanpa pikir panjang, saya langsung memesan Taboh Iwa Tapa Semalam lengkap dengan sambal tempoyaknya.

Nah, Taboh Iwa Tapa Semalam ini sebetulnya adalah ikan kuah santan (gulai) yang udah melalui proses asap dalam semalam. Terus rasanya gimana!? Rasanya sih udah pasti beda sama gulai pada umumnya. Daging ikannya terasa lebih lembut, mungkin itu harga dari proses asap semalaman. Tapi sayang, saya nggak sempat mencicipi minuman khas Lampung Kopi Jelly di sini.

Jpeg

Suasana halaman yang luas

Rumah makan Cikwo ini juga menjual suasana outdoor yang bisa bikin betah buat kongkow lama-lama. Nah, kalau udah kongkow lama-lama kaya gini, cemilan yang pas buat sajian penutup adalah pisang goreng cokelat-keju! Ihiiy… Sempurna.

Jpeg

Pisang goreng cokelat keju

Ngomong-ngomong soal Si Goku, dia udah kami jemput dengan selamat sebelumnya. Which means, dia ikut kami makan di restoran Cikwo ini dan dengan sabarnya menunggu kami makan. Mau tau kaya apa penampakan Goku itu!? Ini dia…

 

Goku ini adalah kucing persia dengan muka termalas dan termelas yang pernah saya temuin. Huh!

Saya Mendapatkan Bonus Trip di Hari Terakhir!

Di hari terakhir saat mau pulang ke Jakarta, saya dan Sansadhia mendapatkan bonus trip ke pantai. Gratisan lagi.

Sebetulnya, kami cuma nebeng acara kantor Ibu saya yang kebetulan aja lagi diadakan di sana. Ini sih namanya rejeki nomplok dan sulit untuk ditolak! Lagi pula, sepertinya resortnya menarik buat kami. Lokasinya pun sejalan dengan rute pulang kami. Oh, surga dunia banget!

Nama resortnya Grand Elty Krakatoa. Nggak sulit sih menemukan beach resort ini karena setiap 10 km, kita dapat melihat umbul-umbul Grand Elty Krakatoa sekaligus penunjuk jaraknya. Tinggal menyusuri jalur Lintas Sumatera (Bakauheni-Bandar Lampung), kita akhirnya akan terpatok pada baliho yang menjulang sebagai penunjuk arah keberadaan beach resort ini.

Jpeg

Lampung Trip Jurnaland (25).jpg

Masih diperlukan sekitar 3 km lagi untuk sampai ke beach resort ini dengan menyusuri jalan aspal kecil yang hanya muat satu mobil. Letaknya agak ke dalam. Biasanya, ada harga yang harus dibayarkan untuk mencapai ke pantai yang keren. Dan, benar aja, pantainya terlihat bagus banget. Saya terpukau begitu memasuki area beach resort ini. It looks so private!

Nggak ada sampah bertebaran, nggak ada perahu-perahu mangkal yang bikin polusi, semuanya tertata rapi. Itu salah satu kelebihan dari private beach yang saya suka.

Jpeg

Sesuai slogan Grand Elty Krakatoa di Twitter, tempat ini emang “far away from noise and rush, a hidden oasis waiting for you to be discovered”. Hal ini juga seiring dengan kampanye go green-nya. Terlihat bibit-bibit mangrove ditanam di beberapa titik di antara bebatuan bibir pantai. Semuanya terlihat asri.

Lampung Trip Jurnaland (79).jpg

Di titik lain, resort ini menawarkan tempat berkumpul dan bersantai seperti coffee garden, live karaoke, resto dan kafe. Beragam fasilitas juga tersedia, khususnya fasilitas yang mendukung outdoor activities. Ada camp ground, bike rent, sport station, wahana air, aula terbuka, hingga pesona pantai.

Jpeg

Jpeg

Lampung Trip Jurnaland (119).jpg

Lampung Trip Jurnaland (109).jpg

Lampung Trip Jurnaland (67).jpg

Cuaca mendung nggak menghalangi niat saya untuk berfoto-foto di sekitaran pantai. Meski musim hujan, pengunjung resort ini tetap aja ramai. Dari kejauhan terdengar suara-suara musik yang beradu keras. Rupanya banyak komunitas-komunitas yang mengadakan acara di sini.

Lampung Trip Jurnaland (35).jpg

Lampung Trip Jurnaland (31).jpg

Lampung Trip Jurnaland (44).jpg

Puas foto-foto di bibir pantai, saatnya saya memanjakan perut yang sedari tadi udah “konser”. Kami merapat ke kafe utama di dekat lobby resort untuk memesan menu Ikan Bakar Seruit khas daerah Lampung. Nggak ketinggalan es krim banana split yang super gede sebagai hidangan penutupnya. Yummy!

Setelah dirasa cukup kenyang, berpindahlah kami ke gedung paling belakang resort ini untuk istirahat dan bersih-bersih. Eh, ada kolam renangnya pula, lumayan nih bisa mengajak adik-adik kami berenang di sana sambil menunggu petang.

View di dalam kamar hotel juga ciamik. Ruangannya sangat lega dengan pintu kaca yang langsung mengarah ke pantai. Di luar juga berdiri kokoh beberapa pohon palm yang mempermanis suasana. Sungguh nuansa resort berkelas!

Nah, di sinilah si kucing persia tengil Goku kami “selundupkan” ke kabin hotel (hihihi). Daripada kasihan ditinggal di dalam mobil, mending saya bawa aja masuk ke kamar penginapan. Dia jadi bisa bernapas lega plus melepaskan kejenuhannya di dekat jendela.

Hehehe… enak banget tuh kucing.

Tibalah saatnya kami harus bergegas. Sabun, sampo, handuk, dan baju kotor, kami kemas ke dalam tas supaya nggak tercecer. Goku saya masukkan kembali ke dalam kargonya dengan berbalut sweater biar nggak ketahuan sama petugas.

Baiklah, waktunya foto salam perpisahan… See you again Grand Elty Krakatoa. Semoga kami bisa kembali lagi ke sana lain waktu dan nggak bawa-bawa kucing lagi pastinya… hehehe. Cheers!

Jpeg

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s